PERAMPOK GAY
[ Back ]
Seorang narapidana yang sudah mendekam di penjara selama 10 tahun melarikan diri. Dia masuk ke dalam sebuah rumah untuk mencari makanan dan merampok.
Sepasang suami-istri muda pemilik rumah tersebut ketakutan dan membiarkan diri mereka diikat. Saat mengikat sang istri, terlihat perampok tersebut menciumi leher sang istri dan kemudian ia pergi ke kamar tidur mencari sesuatu.
“Sayangku…” kata suaminya.
“Dari pakaiannya kelihatan perampok ini baru lari dari penjara. Wajahnya kelihatan kejam sekali. Aku lihat tadi dia menciummu. Mungkin selama di penjara dia tidak lagi pernah merasakan wanita. Kalau dia ingin menidurimu, biarkan saja, turuti kemauannya dan jangan dilawan, daripada engkau celaka. Kuatkan hatimu sayang… aku bisa mengerti”
“Sayangku…” jawab istrinya.
“Perampok itu tidak menciumku, dia hanya berbisik. Katanya dia seorang gay dan dia bilang kamu keren. Dia juga tanya apa ada vaseline di rumah ini lalu aku katakan ada di lemari di kamar tidur. Kalau dia menginginkan kamu, biarkan saja, turuti kemauannya dan jangan dilawan sayang, dari pada engkau celaka. Kuatkan hatimu sayang… aku bisa mengerti”
3 Vampir Unjuk Taring
Pada suatu hari 3 vampir lagi unjuk taring atas kehebatannya masing-masing dalam hal menghisap darah dan membunuh mangsa.
“Kebetulan nih malem dingin banget, gue jadi laper neh” celetuk vampir pertama.
“Gimana kalo kita adu kekuatan, siapa yang paling cepet ngisep darah” tanya vampir kedua..
“Okeh…!!!”
“Gue duluan” kata vampir pertama…
Lalu…whuuusssss…vampir pertama melesat..gak lama, selang lima menit dia kembali lagi dengan muka penuh darah dan sambil berkata..”lo liat gak kota dibawah sono??”
“Iya liat” kata vampir dua & tiga
“Semua penduduknya udah pada tewas, gue isep darahnya!!”
Aahh, belom seberapa, neh liat gue..dan vampir kedua pun melesat tajam..selang tiga menit, diapun kembali dengan wajah belepotan darah, sambil berkata…
“Lo liat kampung dibawah sana?? semua penduduknya dah pada tewas gue isep darahnya!!”
“Aahh kecil, neh liat gue!!” vampir ketiga pun terbang melesat tajam… dan gak sampe satu menit dia sudah kembali dengan darah diseluruh muka… dan dia berkata “Lo liat tiang listrik dibawah sono??”
“Iya..iya liat…”
“Sialaaan..gue kagak liat!!@#$%^&”
Bahaya, memiliki rumah tipe 21
Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung;
Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.
Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo2 an” mesti kucing-kucingan, nungguin Ipung tidur dulu. Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung, kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.
Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap. Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.
BAPAK : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Ya, pak ? ”
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.
IBU : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Yaa, buuu ? ”
BAPAK : ” Gila, belum tidur juga!
(gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )
Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata Ipung masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa. Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya, Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung, “Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harus tidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar” begitu ibu guru menasehati Ipung.
Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru. Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur. Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.
Permainan pun makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap diam saja.
Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : ” Aduuuh,buu.. .. aku mau keluar !!!”
(kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : ” Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr ”
(kata Si Ibu nggak mo’kalah)
IPUNG : ” Ipung ikuuuuuut!!! ! ”
(Ipung langsung teriak ketakutan)